1. Cahaya dan Sifat-Sifatnya
-
Cahaya merambat dalam garis lurus. Inilah sebabnya sinar senter terlihat lurus.
-
Cahaya dapat dipantulkan (misalnya pada cermin), dibiaskan (contoh: pensil di dalam air tampak patah), diserap, dan diuraikan (contoh: pelangi).
-
Benda dibedakan menjadi:
-
Transparan (tembus cahaya, misalnya kaca bening).
-
Translusen (tembus cahaya sebagian, misalnya kaca buram).
-
Opak atau gelap (tidak tembus cahaya, misalnya kayu).
Cahaya merambat dalam garis lurus. Inilah sebabnya sinar senter terlihat lurus.
Cahaya dapat dipantulkan (misalnya pada cermin), dibiaskan (contoh: pensil di dalam air tampak patah), diserap, dan diuraikan (contoh: pelangi).
Benda dibedakan menjadi:
-
Transparan (tembus cahaya, misalnya kaca bening).
-
Translusen (tembus cahaya sebagian, misalnya kaca buram).
-
Opak atau gelap (tidak tembus cahaya, misalnya kayu).
2. Alat Indra (Mata dan Telinga)
Mata
-
Iris: memberi warna pada mata.
-
Pupil: mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.
-
Retina: menangkap bayangan benda.
-
Kornea: melindungi mata.
-
Gangguan mata:
-
Rabun jauh (miopi) → tidak bisa melihat jauh.
-
Rabun dekat (hipermetropi) → tidak bisa melihat dekat.
-
Buta warna → tidak bisa membedakan warna.
Iris: memberi warna pada mata.
Pupil: mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.
Retina: menangkap bayangan benda.
Kornea: melindungi mata.
Gangguan mata:
-
Rabun jauh (miopi) → tidak bisa melihat jauh.
-
Rabun dekat (hipermetropi) → tidak bisa melihat dekat.
-
Buta warna → tidak bisa membedakan warna.
Telinga
-
Gendang telinga: bergetar menangkap suara.
-
Tulang martil, landasan, sanggurdi: memperkuat getaran suara.
-
Koklea (rumah siput): mengubah getaran menjadi impuls saraf.
-
Saluran eustachius: menjaga keseimbangan tekanan udara.
Gendang telinga: bergetar menangkap suara.
Tulang martil, landasan, sanggurdi: memperkuat getaran suara.
Koklea (rumah siput): mengubah getaran menjadi impuls saraf.
Saluran eustachius: menjaga keseimbangan tekanan udara.
3. Bunyi
-
Bunyi merambat melalui udara, air, dan benda padat.
-
Sifat bunyi: dapat dipantulkan.
-
Jika pantulannya bercampur dengan bunyi asli → gaung.
-
Jika pantulannya terdengar setelah bunyi asli berhenti → gema.
-
Resonansi: peristiwa ikut bergetarnya benda karena pengaruh getaran dari benda lain.
-
Bunyi dibagi menjadi:
-
Infrasonik (frekuensi rendah, didengar oleh gajah).
-
Audiosonik (dapat didengar manusia, 20–20.000 Hz).
-
Ultrasonik (frekuensi tinggi, didengar kelelawar, lumba-lumba, anjing).
Bunyi merambat melalui udara, air, dan benda padat.
Sifat bunyi: dapat dipantulkan.
-
Jika pantulannya bercampur dengan bunyi asli → gaung.
-
Jika pantulannya terdengar setelah bunyi asli berhenti → gema.
Resonansi: peristiwa ikut bergetarnya benda karena pengaruh getaran dari benda lain.
Bunyi dibagi menjadi:
-
Infrasonik (frekuensi rendah, didengar oleh gajah).
-
Audiosonik (dapat didengar manusia, 20–20.000 Hz).
-
Ultrasonik (frekuensi tinggi, didengar kelelawar, lumba-lumba, anjing).
4. Nutrisi untuk Indra
-
Vitamin A penting untuk menjaga kesehatan mata.
-
Makanan yang kaya vitamin A antara lain wortel, bayam, tomat, dan hati ayam.
Vitamin A penting untuk menjaga kesehatan mata.
Makanan yang kaya vitamin A antara lain wortel, bayam, tomat, dan hati ayam.
5. Ekosistem
Ekosistem adalah hubungan antara makhluk hidup (biotik) dengan lingkungan (abiotik).
Peran dalam Ekosistem
-
Produsen: makhluk hidup yang membuat makanan sendiri, misalnya padi, rumput, alga.
-
Konsumen I: pemakan produsen (herbivora), contohnya belalang, ikan kecil.
-
Konsumen II: pemakan konsumen I, contohnya katak, ular kecil.
-
Konsumen puncak: predator tertinggi, misalnya elang atau hiu.
-
Pengurai (dekomposer): menguraikan sisa makhluk hidup, contohnya jamur, bakteri.
Produsen: makhluk hidup yang membuat makanan sendiri, misalnya padi, rumput, alga.
Konsumen I: pemakan produsen (herbivora), contohnya belalang, ikan kecil.
Konsumen II: pemakan konsumen I, contohnya katak, ular kecil.
Konsumen puncak: predator tertinggi, misalnya elang atau hiu.
Pengurai (dekomposer): menguraikan sisa makhluk hidup, contohnya jamur, bakteri.
Contoh Rantai Makanan
-
Sawah: padi → belalang → katak → ular → elang.
-
Laut: fitoplankton → ikan kecil → ikan besar → hiu.
Sawah: padi → belalang → katak → ular → elang.
Laut: fitoplankton → ikan kecil → ikan besar → hiu.
Jaring-Jaring Makanan
Jaring makanan adalah kumpulan rantai makanan yang saling berhubungan.
Misalnya di hutan:
-
Rumput dimakan rusa, rusa dimakan harimau.
-
Buah dimakan burung, burung dimakan ular, ular dimakan elang.
Hewan dalam Ekosistem
-
Herbivora: sapi, kambing, kelinci (pemakan tumbuhan).
-
Karnivora: harimau, elang, ular (pemakan daging).
-
Omnivora: ayam, tikus sawah, manusia (pemakan tumbuhan dan daging).
Herbivora: sapi, kambing, kelinci (pemakan tumbuhan).
Karnivora: harimau, elang, ular (pemakan daging).
Omnivora: ayam, tikus sawah, manusia (pemakan tumbuhan dan daging).
Keseimbangan Ekosistem
-
Jika populasi salah satu makhluk hidup berubah, keseimbangan terganggu.
-
Contoh: Jika populasi ular berkurang, maka tikus akan meningkat.
-
Jika populasi ular bertambah pesat, maka katak berkurang drastis, dan belalang bisa berkembang terlalu banyak karena berkurangnya pemangsa katak.
-
Kegiatan manusia yang merusak ekosistem: membuang sampah plastik ke sungai, menggunakan pestisida berlebihan, menebang hutan sembarangan.
-
Pestisida berlebihan berbahaya karena membunuh hama dan musuh alami hama, sehingga keseimbangan ekosistem rusak.
Jika populasi salah satu makhluk hidup berubah, keseimbangan terganggu.
Contoh: Jika populasi ular berkurang, maka tikus akan meningkat.
Jika populasi ular bertambah pesat, maka katak berkurang drastis, dan belalang bisa berkembang terlalu banyak karena berkurangnya pemangsa katak.
Kegiatan manusia yang merusak ekosistem: membuang sampah plastik ke sungai, menggunakan pestisida berlebihan, menebang hutan sembarangan.
Pestisida berlebihan berbahaya karena membunuh hama dan musuh alami hama, sehingga keseimbangan ekosistem rusak.

0 komentar:
Posting Komentar