Kamis, 11 September 2025

UTS IPAS

1. Cahaya dan Sifat-Sifatnya

  • Cahaya merambat dalam garis lurus. Inilah sebabnya sinar senter terlihat lurus.

  • Cahaya dapat dipantulkan (misalnya pada cermin), dibiaskan (contoh: pensil di dalam air tampak patah), diserap, dan diuraikan (contoh: pelangi).

  • Benda dibedakan menjadi:

    • Transparan (tembus cahaya, misalnya kaca bening).

    • Translusen (tembus cahaya sebagian, misalnya kaca buram).

    • Opak atau gelap (tidak tembus cahaya, misalnya kayu).


2. Alat Indra (Mata dan Telinga)

Mata

  • Iris: memberi warna pada mata.

  • Pupil: mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.

  • Retina: menangkap bayangan benda.

  • Kornea: melindungi mata.

  • Gangguan mata:

    • Rabun jauh (miopi) → tidak bisa melihat jauh.

    • Rabun dekat (hipermetropi) → tidak bisa melihat dekat.

    • Buta warna → tidak bisa membedakan warna.

Telinga

  • Gendang telinga: bergetar menangkap suara.

  • Tulang martil, landasan, sanggurdi: memperkuat getaran suara.

  • Koklea (rumah siput): mengubah getaran menjadi impuls saraf.

  • Saluran eustachius: menjaga keseimbangan tekanan udara.


3. Bunyi

  • Bunyi merambat melalui udara, air, dan benda padat.

  • Sifat bunyi: dapat dipantulkan.

    • Jika pantulannya bercampur dengan bunyi asli → gaung.

    • Jika pantulannya terdengar setelah bunyi asli berhenti → gema.

  • Resonansi: peristiwa ikut bergetarnya benda karena pengaruh getaran dari benda lain.

  • Bunyi dibagi menjadi:

    • Infrasonik (frekuensi rendah, didengar oleh gajah).

    • Audiosonik (dapat didengar manusia, 20–20.000 Hz).

    • Ultrasonik (frekuensi tinggi, didengar kelelawar, lumba-lumba, anjing).


4. Nutrisi untuk Indra

  • Vitamin A penting untuk menjaga kesehatan mata.

  • Makanan yang kaya vitamin A antara lain wortel, bayam, tomat, dan hati ayam.


5. Ekosistem

Ekosistem adalah hubungan antara makhluk hidup (biotik) dengan lingkungan (abiotik).

Peran dalam Ekosistem

  • Produsen: makhluk hidup yang membuat makanan sendiri, misalnya padi, rumput, alga.

  • Konsumen I: pemakan produsen (herbivora), contohnya belalang, ikan kecil.

  • Konsumen II: pemakan konsumen I, contohnya katak, ular kecil.

  • Konsumen puncak: predator tertinggi, misalnya elang atau hiu.

  • Pengurai (dekomposer): menguraikan sisa makhluk hidup, contohnya jamur, bakteri.

Contoh Rantai Makanan

  • Sawah: padi → belalang → katak → ular → elang.

  • Laut: fitoplankton → ikan kecil → ikan besar → hiu.

Jaring-Jaring Makanan

Jaring makanan adalah kumpulan rantai makanan yang saling berhubungan.
Misalnya di hutan:

  • Rumput dimakan rusa, rusa dimakan harimau.

  • Buah dimakan burung, burung dimakan ular, ular dimakan elang.

Hewan dalam Ekosistem

  • Herbivora: sapi, kambing, kelinci (pemakan tumbuhan).

  • Karnivora: harimau, elang, ular (pemakan daging).

  • Omnivora: ayam, tikus sawah, manusia (pemakan tumbuhan dan daging).

Keseimbangan Ekosistem

  • Jika populasi salah satu makhluk hidup berubah, keseimbangan terganggu.

  • Contoh: Jika populasi ular berkurang, maka tikus akan meningkat.

  • Jika populasi ular bertambah pesat, maka katak berkurang drastis, dan belalang bisa berkembang terlalu banyak karena berkurangnya pemangsa katak.

  • Kegiatan manusia yang merusak ekosistem: membuang sampah plastik ke sungai, menggunakan pestisida berlebihan, menebang hutan sembarangan.

  • Pestisida berlebihan berbahaya karena membunuh hama dan musuh alami hama, sehingga keseimbangan ekosistem rusak.

0 komentar:

Posting Komentar